KEUNIKAN KECOA
1. Kecoa Termasuk Hewan Purba
Kecoa sudah ada di Bumi sejak 300 juta tahun silam (Nurhakim dkk, 2014). Kecoa merupakan salah satu hewan purba yang masih hidup hingga saat ini yang mempunyai pengalaman lolos dari kepunahan minor pada Zaman Karbon karena mereka telah berdaptasi mecapai bentuk tubuh optimum yaitu bentuk tubuh yang menambah daya hidup kemungkinan selamat dari semua bahaya pada sejarah evolusi kecoa. Bentuk tubuh kecoa yang optimum dan sayap kecoa yang bisa dilipat sepanjang tubuh mereka dapat bersembunyi dari predator yang akan memangsa mereka pada Zaman Karbon, bentuk tubuh kecoa yang ramping membuat mereka dapat bersembunyi di celah-celah batu yang sempit, dan warna sayap mereka yang tidak mencolok dapat membuat mereka bisa lolos dari perhatian predator. Kecoak menyukai lingkungan dengan kelembaban relatif tinggi, memiliki kemampuan adaptasi yang baik dengan lingkungannya dan mampu bertahan hidup dalam kondisi lingkungan yang ekstrim sehingga tingkat keberhasilan hidupnya tinggi dan populasinya sulit untuk dikendalikan (Valles, 2005). Kekhawatiran terhadap dampak negatif yang ditimbulkan kecoa semakin bertambah manakala diketahui bahwa kecoa merupakan serangga yang memiliki daya reproduksi yang tinggi yaitu menghasilkan telur 30.000-40.000/tahun dan siklus hidupya singkat (Barbara, 2005).
Fakta yang memperkuat bahwa kecoa merupkan hewan yang sudah hidup pada saat zaman dinosaurus adalah penemuan Manipulator modificaputis pada resin pohon yang memfosil, Manipulator modificaputis yang merupakan nenek moyang dari kecoa namun bentuk kecoa tersebut tidak seperti masa sekarang melainkan lebih mirip dengan belalang sembah yang merupakan kerabat dekat dari kecoa. Kecoa itu punya kaki yang panjangnya tak biasa dan kepala yang relatif bebas berotasi, Panjang tubuh kecoa yang terawetkan hanya 4,5 mm, sementara lebarnya lebih dari 2 mm dan kecoa tersebut adalah predator (Peter, 2015). Adapun klasifikasi ilmiahnya adalah sebagai berikut,
Kingdom : Animalia
Phylum : Arthropoda
Class : Insecta
Ordo : Blattaria
Family : Manipulatoridae
Genus : Manipulator
Species : Manipulator modificaputis
2. Kebiasaan Kecoa Memuntahkan Makanan
Kecoa merupakan salah satu dari hewan yang sangat dibenci oleh manusia, karena manusia menganggap kecoa merupakan binatang menjijikan yang hidup di tempat-tempat kotor. Kecoa mempunyai perilaku mengeluarkan makanan yang baru dikunyah atau memuntahkan makanan dari lambungnya. Tinja kecoa dilaporkan mengandung asam kyurenat, asam xanturant, dan 8-hydroxyquinaldat acids senyawa ini bersifat mutagenik dan karsinogenik (Singgih, 2006).
3. Tersebar di Berbagai Belahan Dunia
Kemampuan beradaptasi kecoa yang sangat baik membuat berbagai jenis kecoa tersebar di berbagai belahan dunia, di dunia terdapat kurang lebih 3.500 spesies kecoa yang pada disetiap negara pasti dijumpai adanya salah satu dari sepsies kecoa tersebut, terdapat 4 spesies yang yang umumnya terdapat didalam rumah yaitu Periplaneta americana (kecoa amerika), Blatella germanica (kecoa german), Blatta orientalis (kecoa oriental), dan Supella langipalpa (kecoa bergaris coklat). Kecoa Amerika (Periplaneta americana L.) merupakan jenis kecoa yang paling banyak ditemukan pada lingkungan pemukiman di Indonesia (Hema, 2010). Adapun klasifikasi ilmiah dari kecoa Periplaneta americana L. adalah sebagai berikut (Erviana, 2014):
Kingdom : Animalia
Phylum : Arthopoda
Class : Insecta
Ordo : Blattodea
Family : Blattidae
Genus : Periplaneta
Species : Periplaneta americana
Kecoa rumah adalah serangga dengan bentuk tubuh oval, pipih dorso-ventral. Kepalanya tersembunyi di bawah pronotum yang dilengkapi dengan sepasang mata majemuk dan satu mata tunggal, antena panjang, sayap dua pasang, dan tiga pasang kaki. Pronotum dan sayap licin, tidak berambut dan tidak bersisik, berwarna coklat tua (Robby, 2012). Kecoa ini hidup pada suhu antara 20-29 oC. Meskipun namanya adalah kecoa amerika, kecoa jenis ini dapat ditemukan di seluruh negara yang bebas salju, dan memiliki musim yang cenderung panas. Umumnya kecoa jenis ini hidup pada daerah yang lembab atau daerah panas yang memiliki akses air. Kecoa Periplaneta americana betina untuk perkawinan mengeluarkan pheromone sex yang berfungsi untuk mempertahankan koloninya agar selalu tetap bersama-sama.
Jenis kecoa yang terbesar hidup saat ini adalah Megaloblatta longipennis yang dapat tumbuh hingga panjangnya 9,7 cm dan lebar sayapnya apat mencapai 20 cm, adapun klasifikasi ilmiah dari kecoa Megaloblatta longipennis adalah sebagai berikut :
Kingdom : Animalia
Phylum : Arthopoda
Class : Insecta
Ordo : Blattodea
Family : Ectobiidae
Subfamily : Nyictiborinae
Genus : Megaloblatta
Species : Megaloblatta longipennis
4. Hidup Tanpa Kepala
Kecoa masih bisa dapat hidup walaupun kepalanya terpisah dari badan. Hal ini disebabkan karena alat pernapasan kecoa yang berupa sepuluh pasang lubang terletak pada bagian atas dadanya. Kecoa tetap bisa bertahan hidup hingga beberapa minggu sampai cadangan makanan dalam tubuhnya habis (Fidyastria. 2014). Sistem pembuluh darah kecoa jauh lebih luas dan tidak memiliki kapiler kecil, pada saat kepala kecoa lepas dari tubuhnya leher mereka akan menutup sendiri dengan pembekuan. Serangga bernapas melalui spirakel, atau lubang kecil di setiap segmen pada tubuh, otak kecoa tidak mengatur pernapasan tersebut dan darah tidak membawa oksigen keseluruh tubuh. Spirakel akan menyalurkan udara langsung ke dalam jaringan melalui satu set tabung yang disebut dengan trakea. Kebanyakan serangga termasuk kecoa memiliki gumpalan ganglia-aglomerasi jaringan saraf yang terdapat dalam bagian segmen tubuh untuk bertanggung jawab dalam melakukan gerak refleks, kecoa tanpa otak yang telah dipisahkan oleh tubuhnya masih bisa melakukan gerakan-gerakan sederhana
Kepala kecoa juga masih dapat bergerak ketika sudah dipisahkan oleh tubuhnya, kepala kecoa dapat menggerakkan antenanya selama beberapa waktu sampai kehabisan tenaga, namun jika diberi nutrisi dan didinginkan kepala kecoa tersebut akan bertahan lebih lama lagi. Tubuh kecoa bisa menyampaikan sejumlah informasi sensorik ke kepala.
Kecoa juga bisa mati dalam keadaan terlentang, ia akan menggerak-gerakkan kakinya untuk mengembalikan tubuh ke posisi semula sehingga lama-kelamaan otot-ototnya menjadi kaku dan mengganggu pernapasan. Tanpa kemampuan mengontrol ototnya kecoa bisa mati dalam keadaan telentang (Fidyastria. 2014).
5. Kemampuan Refleks yang Sangat cepat
Kecoa merupakan salah satu binatang yang mempunai insting sangat kuat ketika merasakan adanya bahaya yang mendekat, apabila adanya gangguan pada cerci maka kakinya akan bergerak lari sebelum otak menerima tanda atau sinyal (Rokhmah, 2016). Oleh karena itu kecoa merupakan salah satu hewan purba yang masih bertahan hidup dan populasinya jenisnya sangat besar sampai saat ini karena kemampuan beradaptasi mereka dan releks mereka yang sangat cepat ketika terdapat sesuatu yang membahayakan mereka akan langsung melarikan diri ketempat yang aman
Kecoa memiliki kaki yang panjang, bersudut rendah dan miring sehingga bisa bergerak cepat di permukaan yang tidak rata. Selain itu juga bisa dengan mudah melewati celah yang lebih sempit dari tubuhnya. Kecepatan larinya di tanah mencapai 5,4 km per jam sebanding dengan kecepatan lari 150 km per jam manusia yang tingginya 170 cm (Changho, 2020). Kecoa mempunyai sayap dan bisa membuat mereka terbang untuk menghindari bahaya namun mereka lebih suka berlari.
6. Kekebalan Tubuh yang Sangat kuat
Sampai saat ini kecoa masih terus beradaptasi menyesuaikan lingkungan tempat tinggalnya mengakibatkan kecoa masih terus ada sampai saat ini. Populasi jenis kecoa bertambah semakin banyak di dunia dan juga sulit dibasmi, bahkan ada bebereapa jenis kecoa yang sudah kebal terhadap insektisida karena kemampuan adaptasi mereka. Jika induk kecoa yang mengerami telur mati oleh racun, bayi-bayi kecoa di dalam ootheca (kapsul telur) jadi memiliki kekebalan terhadap racun itu (Changho, 2020), hal tersebut yang membuat kecoa sulit dibasmi menggunakan insektisida dan membuat populasi kecooa bertambah semakin banyak di dunia.
Kecoa tetap dapat hidup meskipun ada ledakan bom nuklir (Changhoo, 2020). Kecoa bisa bertahan dari paparan radiasi nuklir yang dapat membunuh mahkluk hidup, hal ini dibuktikan pada saat perang dunia ke-2 Amerika serikat menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan nagasaki mahkluk hidup yang masih bertahan adalah kecoa yang masih berterbangan kesana kemari. Kecoa memiliki eksoskeleton yang berfungsi untuk menyerap radiasi pada saat bom nulir meledak, kecoa juga terdapat kerangka luar yang menyelimutinya dan sel tubuh mereka membelah dalam waktu 48 jam lebih lambat dibandingkan manusia.
7. Menginspirasi Pembuatan Robot
Kemampuan kecoa dapat mendarat dengan aman meski jatuh dari ketinggian ribuan kali tinggi badannya dan kuku atau cakar di kakinya membuat kecoa bisa bergerak di pohon, dinding ataupun langit-langit (Changhoo, 2020), hal tersebut membuat kecoa menjadi inspirasi dalam pembuatan robot. Kecoa juga sangat cerdik dalam membaca situasi disekitarnya. Indra pada kecoa dan otaknya akan saling bekerjasama dalam menentukan langkah agar tidak terjebak di situasi yang berbahaya, kecoa juga bisa menabrakan kepalnya ke dinding yang membuat tubuhnya sedikit terpental tetapi bisa mengatur tubuhnya kembali agar keluar dari situasi yang berbahaya
Kecoa menjadi inspirasi dalam pembuatan robot penyelamat dan pencari yang digunakan sebagai alat bantu ketika terjadi bencana alam, kemampuan kecoa menginspirasi pembuatan robot tersebut agar dapat melewati medan yang berbahaya dan sebagai penunjuk jalan, kemampuan kecoa melewati celah sempit dengan memampatkan sendi mereka menjadi separuhnya membantu dalam pencarian korban bencana alam. Jenis kecoa yang menjadi inspirasi dalam pembuatan robot tersebut adalah Periplaneta americana.
DAFTAR PUSTAKA
Im, Changhoo, dan Kim Kisoo. 2020. Why ? Fosil Hidup. Jakarta : Elex Media Komputindo.
Nurhakim, Syerif dan Dede Abdurohman. 2014. Dunia Burung dan Serangga. Jakarta: Bestari
Putri, Eki Septiani. 2017. Efektivitas Daun Citrus hystrix dan Daun Syzgium polyanthum Sebagai Zat Penolak Alami Periplaneta americana L.). Higeia. Vol. 1 No. 4.
Rini, Monaliza Sekar dkk. 2016. Uji Efikasi Beberapa Isolat Bakteri Entomopatogen Terhadap Kecoa (Orthotera) Periplaneta americana (l.) dan Blatella germanica (L.) dalam Skala Laboratorium. Jurnal Biologi. Vol 5 No. 2
Vrsansky, Peter dan Gunter Bechly. 2015. New Predatorry Cockroaches (Insecta:Blattaria:Manipulatoridae FAM. N) from The Upper Cretaceous Myanmar Amber. Journal Geologica Carpatica. Vol. 66 No. 2
Yana, Syafri, Resti Rahayu, dan Mairawita. 2018. Toksisitas dan Replensi Minyak Sereh Dapur (Cymbopogon flexuousus (Nees ex Steud.) W. Watson) terhadap Kecoak jerman (Blatella germanica L,.). Jurnal Metamorfosa. Vol. 5 No. 2.





2 Komentar
Produktif sekali anda🔥✨
BalasHapusMaaciw
Hapus