Advertisement

Main Ad

Cara Penggunaan Huruf Miring dan Contohnya



            Dalam penulisan sebuah artikel atau makalah sering dijumpai huruf yang ditulis secara miring, dalam terminologi tipografi huruf ini disebut italic yang bertujuan untuk  membedakan suatu kata atau menunjukan penekanan pada suatu kata. Berikut merupakan cara penggunaan huruf miring sesuai kaidah EBI (Ejaan Bahasa Indonesia) :

1.     Huruf miring digunakan untuk menuliskan judul buku, nama majalah, atau surat kabar yang dikutip dalam tulisan, termasuk dalam daftar pustaka.

Contoh :

a.     Saya sudah membaca buku Laskar Pelangi karangan Andrea Hirata.

b.     Majalah Kompas hari ini bertemakan kemerdekaan.

c.      Berita itu sudah dimuat dalam surat kabar Sindo.

d.     Sutrisno, E.T dan Nurminabari.I.S. 2011. Penuntun Praktikum Kimia Dasar. Bandung: Unpas Press.




2.  Huruf miring digunakan untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, atau, kelompok kata dalam kalimat.

Contoh :

a. Huruf terakhir kata apotek adalah k.

b. Dia tidak diantar, tetapi mengantar.

c. Dalam buku ini tidak dibahas penggunaan tanda baca.

3.   Huruf miring dipakai untuk menuliskan kata atau ungkapan dalam bahasa daerah atau bahasa asing.

Contoh :

a.     Nama ilmiah dari tanaman padi adalah Oryza sativa.

b.    Gedang adalah nama buah pepaya dalam bahasa Sunda, sementara dalam bahasa Jawa adalah pisang.

c.     Monkey artinya dalam bahasa Indonesia adalah monyet.

 Demikianlah artiikel yang tadrisqu ini buat untuk kalian, semoga dapat bermanfaat bagi anda yang membacanya. Teruslah belajar hingga dapat meraih cita-cita dengan tadrisqu belajar secara menyenangkan.

Sumber : PUEBI daring


Posting Komentar

0 Komentar