Advertisement

Main Ad

Lebah Si Tukang Sengat



Apa sih lebah itu dan apa keistimewaannya?

Serangga dalam Bahasa Latin yaitu insecta. Insecta merupakan anggota dari filium Arthopoda. Anggota insecta banyak ditemukan di lingkungan sekitar kita misalnya lebah, lalat, kecoak, kupu-kupu, nyamuk, semut, jangkrik, dan belalang. Insecta mempunyai ciri khusus, yaitu insecta memiliki kaki berjumlah enam,  atau disebut dengan hexapoda (hexa=enam, podos=kaki). Anggota tubuh insecta terbagi menjadi tiga bagian diantaranya yaitu kepala (kaput), dada (toraks), dan perut (abodemen). Insecta merupakan salah satu hewan invertebrate yang dapat terbang atau memiliki sayap. Dengan ukuran tubuh yang beragam. Insecta dapat ditemukan di tanah, air, (tawar, payau, dan sejumlah kecil di laut) serta di udara. Dapat dilihat dari segi habitatnya yang sangat luas maka Insecta memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. (Pratiwi, D.A, dkk. 2013)

Insecta memiliki peranan yang menguntungkan dan merugikan diantaranya yaitu insecta yang menguntungkan dalam penyerbukan tanaman dilakukan oleh lebah ataupun insecta lainnya, tetapi terdapat juga adanya insecta yang berperan merugikan misalnya wereng coklat yang menyerang hektaran tanaman padi. Alat pernapasan pada insecta yaitu tidak menggunakan paru-paru karena insecta tidak memiliki paru-paru, tetapi insecta bernafas menggunakan sejumlah lubang kecil pada dinding tubuhnya dan di samping kepala yang terkenal dengan istilah trakea. Darah insecta hanya berfungsi sebagai media untuk mengantarkan nutrisi, sistem pertahanan tubuh, dan sistem ekskresi serangga. Serangga juga memiliki indra penciuman menggunakan bantuan antenna, beberapa rasa dapat dilakukan melalui bagian tungkai, sebagian bunyi dapat didengarnya dengan organ khusus di perut, tungkai depan atau antena. Alat pertahanan yang digunakan serangga dalam melindungi dirinya yaitu dikenal sebagai sengat yang terdapat pada lebah, tawon, dan beberapa jenis semut. Organ ini merupakan modifikasi dari alat ovipositor yang digunakan bagi serangga betina untuk meletakkan telur. Organ ini terletak pada posterior pada ujung perut. Salah satu serangga yang akan dikaji adalah lebah. (Pratiwi, D.A, dkk. 2013)

Lebah merupakan hewan yang berasal dari Eropa, tetapi sekarang lebah dapat ditemukan di seluruh dunia. Di alam bebas kawanan lebah dapat membuat sarang dalam rekahan pohon ataupun rekahan batu. Lebah termasuk kedalam hewan yang tidak memiliki tulang belakang, yang termasuk hewan insecta (serangga). Lebah memiliki nama latin yaitu Apis dan Lebah madu memiliki nama latin yaitu Apis Cerana. Lebah madu merupakan serangga social yang memiliki dua sayap dan hanya dapat hidup dalam koloni besar. Lebah memiliki tubuh yang terbagi menjadi tiga bagian diantaranya yaitu bagian kepala (Caput): Antena, mata dan mulut lebah, bagian dada (toraks): dua pasang sayap dan tiga pasang kaki, bagian perut (abodemen): kantong madu (nektar) dan kantong racun (Bisa). (Siti Nur Aidah, dkk, 2020).


Jenis-jenis lebah yang berkembangbiak di Indonesia yaitu diantaranya yaitu Apis dorsata, Apis Cerana, Apis Trigona Sp, dan Apis Melifera.  Apis dorsata adalah lebah yang tinggal di hutan, dan hanya berkembang di Asia. Madu hutan dapat ditemukan di Indonesia hanya di pulau Kalimantan, Irian jaya, Maluku, Sulawesi, Sumatera, Nusa tenggara barat, dan Nusa tenggara timur. Apis Cerana adalah lebah madu lokal atau lebah madu asli Asia yang tersebar di Afganistan, China, Jepang, kemudian ke Indonesia. Apis Melifera merupakan salah satu lebah unggulan yang berasal dari Italia. Apia melifera disebut juga dengan lebah Italia yang memiliki perilaku tidak ganas dan mudah untuk dibudidayakan, ukuran tubuhnya lebih besar dibandingkan dengan Apis Cerana. Apis Trigona Sp adalah lebah yang memiliki ciri khas yaitu tidak memiliki alat pertahanan yaitu sengat tetapi untuk membelah diri menggunakan zat perekat yang dimiliki lebah jenis ini. Salah satu keunikan dari lebah adalah dapat memproduksi madu sendiri yang dapat dimanfaatkan oleh manusia sebagai obat. Faktor yang mempengaruhi kualitas madu yaitu tersedianya sumber makanan lebah yang menghasilkan pollen bunga dan nektar, suhu, iklim, dan kelembaban (pH), yang memproduksi nektar paling banyak ( Jacobus S.A.Lamerkabel, 2011). Madu Murni merupakan cairan nektar pada bunga yang kemudian dihisap lebah madu dimasukkan ke dalam kantong madu pada tubuhnya. Selanjutnya, nektar yang telah dihisap kemudian diolah dalam tubuh lebah dengan mencampurkan nektar dengan enzim tertentu, kemudian dikeluarkan ke tempat penyimpanan madu pada sarang lebah. Awalnya, madu berasal dari nektar yang terdapat di dalam bunga-bunga. Lebah menghisap nektar tersebut menggunakan lidah panjangnya yang bentuknya seperti tabung. Kemudian cairan manis disimpan didalam kantong madu pada tubuh lebah dan mencampurkannya dengan bahan-bahan kimia tertentu yang ada didalam tubuh lebah. Ketika lebah sudah kembali ke sarang, cairan campuran disimpan di dalam sel dan setelah masak, cairan ini berubah menjadi madu. Umumnya lebah menyukai bunga yang memiliki warna kuning dan warna biru, lebah tertarik karena warna dan bau bunganya. (A. Susanto, dkk, 2010)

Fakta ilmiah yang telah dibenarkan oleh beberapa ilmuwan pada Konferensi Apikultur Sedunia yang diselenggarakan pada tahun 1993 di Cina, dimana pembahasan yang didiskusikan yaitu pengobatan dengan memanfaatkan ramuan yang berasal dari madu. Beberapa Ilmuwan dari Amerika dalam kegiatan konferensi menyatakan bahwa royal jelly, madu, propolis atau getah lebah, dan serbuk sari bisa dimanfaatkan untuk mengobati berbagai penyakit. Seorang dokter yang berasal dari Rumania mengatakan bahwa ia mencoba mengobati pasien katarak menggunakan madu, dari 2094 pasien dapat disembuhkan 2002 pasien.  Kemudian dokter dari Polandia juga mengatakan bahwa getah lebah atau disebut propolis merupakan getah lebah yang dapat membantu untuk menyembuhkan berbagai penyakit seperti penyakit kulit, penyakit ginekologis dan bawasir, serta penyakit lainnya. (Abdul Syukur Al-Azizi, 2018)

Lebah adalah salah satu hewan yang memiliki banyak manfaat bagi manusia. Lebah termasuk salah satu jenis serangga yang disebutkan dalam Al-Qur’an, bahkan dalam al-qur’an lebah dijadikan sebagai nama surat yaitu surat ke-16 yang dinamakan dengan surat An-Nahl (Lebah). Hal ini menunjukkan bahwa di balik penciptaan seekor lebah maka terkandung banyak rahasia, keistimewaan dan keajaiban yang dimiliki seekor lebah. Dari sini dapat diketahui hubungan al-qur’an dengan ilmu pengetahuan (sains), salah satu diantaranya yaitu kandungan al-qur’an yang berhubungan dengan lebah madu yang dimana lebah madu memiliki berbagai keunikan dan keberagaman serta madunya yang sangat bermanfaat bagi manusia sampai sekarang ini dengan bantuan alat-alat yang lebih canggih, yang belum dikenal pada zaman dahulu. Allah Swt menyatakan bahwa dalam al-Qur’an lebah berperilaku berdasarkan dengan ilham yang diberikan oleh Allah Swt. Keajaiban-keajaiban lebah dinyatakan dalam Al-Qur’an, dimana Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَأَوْحَى رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ 68 ثُمَّ كُلِي مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلا يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ 69

Artinya : “ Dan, Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, ‘Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian, makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.” (QS. An-Nahl (16): 68-69). (Abdul Syukur Al-Azizi, 2018).

Kandungan yang terdapat dalam qur’an surat an-nahl ayat 68-69 bahwa lebah mendapatkan wahyu dari Allah swt, dan dalam menyampaikan wahyu dari Allah swt dilakukan secara langsung oleh Allah swt kepada lebah tanpa adanya perantara. Lebah menyimpan madu di dalam dirinya lebih banyak dibandingkan dengan yang sebenarnya mereka butuhkan. Lebah memproduksi madu bukan untuk diri mereka sendiri, melainkan diberikan juga untuk manusia. Lebah juga diberikan petunjuk oleh Allah swt dan membimbingnya agar dapat membangun sarang lebah yang akan dijadikan sebagai tempat berlindung bagi lebah. Sarang lebah memiliki bentuk yang sangat menakjubkan yakni segi enam yang simetris, semua ini adalah berkat kekuasaan dari sang pencipta. Selain itu dalam kandungan madu salah satunya yaitu sebagai obat sakit perut atau diare. Dalam hal ini sudah dituliskan oleh Ibnu Katsir pada kegiatan penafsirannya (Fauzi Iman, 2013)

Lebah dalam kehidupannya selalu berkoloni, tetapi walaupun lebah berpopulasi banyak dan rapat,  lebah mampu melakukan pekerjaannya secara terencana dan teratur rapih. Keunikan lebah dalam kehidupannya yang berkoloni, lebah dikelompokkan menjadi tiga yaitu ratu lebah (Queen Bee), lebah jantan (Drones), dan lebah pekerja. Dalam penerapan lebah pekerja dibagi menjadi tiga bagian, dimana diantaranya yaitu lebah perawat, lebah pencari dan lebah pengumpul. Klasifikasi lebah menurut (B. Sarwono, 2001) sebagai berikut :

Phylum : Arthropoda (Binatang beruas-ruas)


Subphyllum : Mandibulata

Kelas : Insecta (Serangga)

Subkelas : Pterygota

Subordo : Clistogastra

Superfamili : Apoidea

Famili : 1. Bombidae (Lebah Biasa)

2. Meliponidae (Lebah madu tanpa sengat)

3. Apidae (Lebah madu)

Lebah mempunyai keunikan tersendiri dalam setiap kehidupan berkoloni hanya memiliki satu ratu lebah. Apabila dalam satu koloni ada dua ratu lebah, maka salah satu diantaranya akan ada yang gugur karena keduanya akan saling membunuh satu sama lain untuk mendapatkan kedudukan sebagai ratu lebah. Ratu lebah dalam satu koloni bertugas untuk memimpin dan menjaga keharmonisan lebah dalam satu koloni. Selain itu, Ratu lebah mempunyai tanggung jawab khusus dalam menjalani kedudukannya sebagai ratu lebah yaitu meneruskan kelangsungan hidup koloni lebah dengan cara bertelur sepanjang hidupnya. Lebah ratu dapat diketahui dari warnanya yaitu merah kehitaman dan mempunyai sengat, sengat  yang terdapat pada ratu lebah bisa digunakan untuk menyengat berkali-kali dan tidak akan mengalami kerusakan atau mati. Kemudian ada lebah pekerja yang biasa disebut dengan lebah betina, lebah pekerja sepanjang hidupnya hanya memiliki tanggung jawab sebagai pekerja. Bentuk tubuh lebah pekerja lebih ramping dan ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan ratu lebah. Warna lebah pekerja hitam kecoklatan dan ekornya memiliki sengat yang lurus dan berduri, setelah lebah pekerja menyengat maka akan terjadi kerusakan pada bagian tubuhnya kemudian akan mati atau tidak berfungsi lagi, tetapi akan bertahan selama tiga hari. Fungsi dari sengatan itu sendiri adalah sebagai lebah pekerja untuk melindungi sarangnya dan menyerang siapapun yang akan mengganggunya. Selain itu, sengatan lebah juga dapat dimanfaatkan sebagai terapi penyembuhan berbagai penyakit. Hal ini dapat dibuktikan dengan memanfaatkan racun lebah untuk melancarkan aliran darah apabila  disengatkan pada  bagian tubuh manusia yang tepat, serta didampingi oleh pawang lebah. Dalam lebah pekerja memiliki tanggung jawab pekerjaannya masing-masing. Lebah pekerja merupakan lebah betina yang tidak dapat bertelur seperti ratu, lebih agresif, bertanggung jawab dan disiplin. (Siti Nur Aidah, 2020)

Pertama lebah pekerja terdapat adanya lebah perawat, dimana lebah perawat merupakan lebah yang bekerja khusus untuk merawat ratu lebah dan anak-anak larvanya. Lebah perawat memiliki tanggung jawab untuk memproduksi royal jelly, serta mengabdikan diri pada ratu dengan memberikan makan sang ratu dengan royal jelly dan bee pollen serta madu. Kedua terdapat adanya lebah pencari, sesuai dengan namanya maka lebah pencari bertugas untuk mencari sumber makanan seperti sumber propolis, nektar dan pollen. Pada saat lebah pencari menemukan sumber makanan yang terbaik, lebah pencari akan kembali ke sarangnya untuk menginformasikan kepada lebah pengumpul. Kemudian dilanjutkan oleh lebah pengumpul, dimana lebah pengumpul bertugas untuk mengumpulkan pollen dari bunga-bunga yang telah ditemukan, dan lebah hanya mendatangi spesies bunga yang sama yang bertujuan untuk memastikan bahwa nektar yang didapatkan dan dikumpulkan berasal dari beberapa sumber yang sama, kemudian neklar itu disimpan di dalam sel madu yang terbuka. Selanjutnya terdapat adanya lebah jantan, dimana bentuk tubuh lebah jantan akan lebih besar dibandingkan dengan lebah betina atau lebah pekerja, tetapi lebah jantan akan berukuran lebih kecil daripada lebah ratu. Lebah jantan memiliki sifat pemalas, dimana lebah jantan akan terbang apabila akan mengejar ratu untuk dibuahi saja, kemudian akan mati. Lebah jantan memiliki suara yang keras dan akan menimbulkan kebisingan dan merupakan lebah yang tidak suka berkelahi. Lebah jantan memiliki sel telur yang besar dan tutupnya menonjol. Lebah jantan dapat diketahui dari bentuk matanya yang besar, tidak mempunyai pipa penghisap madu dan lebah jantan tidak memiliki kantong pollen pada kakinya. Sehingga lebah jantan tidak ada yang bertugas untuk mengumpulkan pollen atau madu. Tugas lebah jantan sangat ringan seperti membersihkan sarang dan menjaga sarangnya. Salah satu diantara lebah jantan yang terdapat pada sarang lebah yaitu lebah pejantan yang bertugas untuk mengawini atau membuahi sang ratu lebah. Ratu lebah yang terlahir setelah enam belas hari, kemudian terbang ke tempat lebah pejantan yang menunggu kedatangan ratu lebah. Setelah ratu lebah di dalam sarang lebah jantan, ratu lebah dibuahi yang kemudian lebah jantan akan mati. (Siti Nur Aidah, 2020)

Lebah merupakan hewan serangga yang sangat cermat, karena lebah tidak dapat berpikir tetapi mampu untuk menyelesaikan pekerjaan besar yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Dalam memilih tempat pembuatan sarang, lebah lebih memilih tempat yang tenang yaitu tempat yang tidak ditinggali oleh hewan lain yang dapat membahayakan kehidupan lebah itu sendiri. Salah satunya yaitu gunung, khususnya pada bagian puncak, rongga atau lubang yang ada pada pepohonan serta pada gubuk-gubuk yang sudah ditinggalkan oleh manusia. Lebah madu dapat membuat sarangnya sendiri sebagai tempat penyimpanan madu dengan bentuk heksagonal, dimana ini merupakan bentuk yang paling efektif dibandingkan dengan geometris lainnya. Pada setiap sel heksagonal yang sudah dipenuhi oleh madu, telur dan serbuk sari, terbentuk dalam urutan tertentu. Pada bagian tengah sarang heksagonal membentuk serbuk sari dan pada bagian bawah membentuk bilik larva. Struktur sarang lebah dibuat sangat unik dengan bentuk tiga belah ketupat yang sama sisi pada bagian bawah. Kemudian setiap sel disusun secara terstruktur sehingga dapat menghubungkan sisi sel dengan tiga sisi sel lain yang berlawanan. Hal ini menyebabkan struktur sarang lebah memiliki ketahanan yang sangat kuat dan maksimal. Keunikan lain yang dimiliki oleh lebah adalah saat lebah berkomunikasi antar sesama lebah. Pada saat lebah menemukan sumber makanan, lebah pencari yang bertugas untuk mencari bunga sebagai pembuatan madu, lebah pencari terbang lurus ke arah sarangnya. Kemudian lebah pencari memberitahu kepada lebah yang berada dilain arah sudut dan jarak sumber makanan dari sarang, dengan cara yang sangat unik yaitu memberikan isyarat sebuah tarian khusus. Tarian khusus pada lebah yaitu lebah menari dengan membentuk garis bergelombang setengah lingkaran yang bentuknya mirip dengan angka delapan. Keunikan lain pada lebah yaitu pada mata lebah, dimana mata lebah diciptakan untuk merasakan sinar ultraviolet. Pada saat menemukan bunga yang dipenuhi dengan serbuk sari maka ditandai dengan adanya sinar ultraviolet yang terpancar dari kelopak bunga. (Leyla Hilda, 2016)

Kehidupan lebah terbagi menjadi tiga fase, dimana fase pertama dinamakan dengan fase telur. Fase telur adalah fase yang dimulai dari telur, setelah tiga hari ratu meletakkan telurnya pada sel, dengan posisi telur berada di tengah sel dan salah satu ujungnya melekat pada dasar sel.  Kemudian fase kedua yaitu fase larva, dimana pada fase ini telur berkembang menjadi larva. Selanjutnya larva berkembang di dalam sel yang terbuka, kemudian pada fase ini larva diberi makan oleh lebah perawat dengan makanan pertama yang didapatkan oleh larva yaitu royal jelly yang diproduksi oleh lebah perawat dari kelenjar yang terdapat pada bagian kepalanya. Setelah enam hari, larva berkembang menjadi semakin besar, kemudian lebah pekerja menutup sel yang terdapat adanya larva tersebut menggunakan lilin selama 12 hari. Hingga akhirnya larva akan berkembang menjadi pupa atau disebut dengan kepompong. Ketiga yaitu fase Pupa, pada fase ini lebah tidak makan dan sedang berlangsungnya perubahan tubuh kepompong untuk menjadi lebah yang sempurna. Setelah kepompong menjadi lebah yang sempurna, kemudian lebah keluar dari sel dengan menerobos penutup sel yang terbuat dari lilin itu. ( Ruspita O.P Situmorang, dkk, 2014)

Dari ayat-ayat Al-qur’an tentang lebah didapatkan beberapa pelajaran bahwa seekor lebah memiliki kedisiplinan dalam memanajemen kerja yang rapi dan teratur dengan mengikut sertakan seluruh komunitas lebah dan bertanggung jawab terhadap tugasnya masing-masing. Lebah juga makhluk Allah swt yang terpilih sebagai makhluk yang menghasilkan produk yang luar biasa yaitu madu. Lebah dalam mencari makan hanya menghisap sari-sari bunganya saja yang dapat memberikan kekuatan bagi daya tahan tubuh setiap lebah. lebah tidak memiliki sifat serakah, tidak mengganggu lingkungan yang ada, tetapi sebaliknya lebah memberikan manfaat bagi flora dalam proses penyerbukan sehingga bunga akan berbuah dengan sempurna. (Gunawan, 2014)

Dari sini dapat diambil pelajaran bahwa ketika mencari rezeki maka tidak merugikan orang lain, melainkan memberikan manfaat bagi orang lain. Lebah tidak pernah mengusik makhluk lain, berbeda lagi jika lebah merasa kehidupannya terancam, maka lebah akan menyerang sebagai bentuk pertahanan. Pada dasarnya lebah adalah salah satu hewan yang bersahabat dan pekerja keras sehingga dijuluki dengan hewan pejuang sejati. Banyak sekali sikap lebah yang dapat ditiru diantaranya yaitu lebah lebih menyukai tempat yang bersih dibandingkan tempat yang kotor. Hal ini dapat diibaratkan dengan seorang manusia juga harus menggunakan cara yang bersih dan baik dalam berkata dan berbuat serta tidak berbohong. Kemudian perilaku lebah yang selalu waspada terhadap gangguan hewan lain tetapi lebah tidak pernah membalas dan tidak pernah mengganggu hewan lain dengan kejahatan. Begitupun dengan manusia, harus mampu untuk tidak saling mengganggu kehidupan orang lain dengan mengusik hidup orang lain, mampu untuk saling memaafkan, dan tidak membalas perbuatan buruk dengan perbuatan buruk lagi, tetapi balaslah menggunakan kebaikan. (Alis Santika, 2016)

Posting Komentar

0 Komentar